Apakah bendera Merah putih tidak islami? haruskah kita mengganti dengan bendera tauhid..

Akhir-akhir ini masyarakat indonesia di hebohkan dengan kasus dugaan penistaan Agama yang di lakukan oleh gubenur non Aktif Tjahja batsuki utama atau yang sering di kenal dengan sebutan Ahok.

Ahok dilaporkan ke polisi karena dinggap menistakan Agama islam saat berpidato di hadapan masyarakat kepulauan seribu karena salah satu pidatonya yang berbunyi:"Jangan mau di bohongi pakai surat Almaidah".
pidato yang di upload di youtube oleh seseorang yang bernama Buni yahya itu ibarat bola panas yang menggelinding ke arah Ahok.
Tak lama selepas video Itu viral majlis Ulama indonesia mengeluarkan Fatwa dan menyatakan pandanganya bahwa ahok telah Menistakan agama.
Ahok pun jadi bulan-bulanan sebagian ummat islam,dan yang paling getol menyerang adalah Front Pembela Islam (FPI) dan GPFMUI (Gerakan pengawal Fatwa Majlis Ulama Indonesia).

FPI yang sedari awal menolak Ahok menjadi Gubenur jakarta ibarat mempunyai kesempatan emas untuk memenjarakan Ahok.

Begitupun dengan organisasi-Organisasi islam garis Lainya seperti HTI,atau partai politik,dan organisasi islam radikal semua mulai menyerang Ahok.

Mereka bersatu padu dengan tujuan memenjarakan Ahok.

Aksi demonstrasi besar-besaran di jakartapun di lakukan,seperti Aksi 411 dan yang paling fenomenal adalah Aksi 212.
demo besar-besaran yang di motori oleh Imam Besar FPI Habib rizieq shihab berhasil menarik ratusan ribbu massa ummat muslim indonesia.

untuk meredakan Demo yang sangat Besar itu sampai presiden jokowipun turun tangan dan ikut sholat jum'at berjamaah di lapangan monas.

preseden jokowo juga berpesan agar masyarakat indonesia mempercayakan aparat hukum untuk menangani kasus ini.

Ahokpun di periksa dan di jadikan tersangka,sidangpun masih bergulir hingga sekarang.

tak lama kemudian Habib rizieq pun di laporkan polisi oleh beberapa laporan salah satunya video beliau yang di Anggap menistakan agama kristen,penistaan pancasila dan soekarno,bahkan juga kasus ujaran kebencian yang menuduh lambang BI (bank indonesia) di uang baru rupiah,adalah logu palu arit atau logo PKI.

pendukung habib rizieq pun melakukan demonstrasi di mabes polri,mereka menganggap Habib Rizieq telah di kriminalisasi oleh aparat hukum.

mereka demo di depan Kapolda jawa barat,Dalam demo tersebut ada salah satu pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera merah putih yang bertuliskan Tauhid.

FPI pun di laporkan ke polisi karena di Anggap telah melakukan Penodaan Lambang negara.

kasus itu di media sosial pun menjadi viral,ada yang sebagian mendukung bendera Tauhid ada juga yang menolak.

kubu yang mendukung FPI  dan  kubu yang tidak setuju tentang bendera tauhid itupun saling serang.

sebagian dari mereka ada yang Mengatakan " indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya adalah agama muslim,dan sudah seharusnya indonesia mengubah bendera merah putih dengan bendera yang islami."

Memang Belakangan tahun ini media sosial seperti medan perang,2 kelompok islam seperti Fpi dan HTI ataupun kelompok-kelompok wahabi,mereka semakin ganas menyerang kelompok kelompok islam lainya yang lebih intoleran seperti NU dan Muhammadiyah, terutamanya NU,serang menyerang tak ada habisnya.

so
al kasus bendera tauhid dan bendera merah putih.

mereka yang selama ini  Berkeinginan menjadikan indonesia negara kekholifahan seperti HTI, pasca kasus Ahok mulai berani terang2an menunjukan ekstensinya.

mereka yang menganggap pancasila dan bendera indonesia adalah thogut perlahan-lahan keluar ke permukaan.

tapi benarkah  bendera merah putih tidak islami?haruskah kita mengganti bendera merah putih dengan bendera tauhid.

seorang komiker bernama Fikhri Kamal membuat sebuah komik tentang masalah tersebut,dan di unggah di facebook dengan captain :

"Berhubung banyak yang minta, akhirnya status saya kemarin saya Sketsa-kan. 
Kiai NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, KH. Marzuki Mustamar pernah dawuh dan bikin perumpamaan kurang lebih begini: Bagi yang suka es teh manis, minuman paling mantap ya es teh manis, tapi yang tidak suka atau yang kena diabetes bisa jadi tidak bisa meminumnya. Bagi yang suka Es Dawet(Cendol) minuman yang paling mak nyuss ya Es Dawet, Tapi bagi yang tidak suka atau yang kena tekanan darah tinggi boleh jadi tidak bisa meminumnya. Lain dengan air putih, memang air putih itu rasanya ya tawar, biasa saja, dan mungkin ya tidak akan bisa memuaskan hasrat penyuka kedua minuman tadi. Tapi, istimewanya air putih semuanya boleh minum, semuanya bisa minum, tidak peduli orang tadi sehat wal 'afiat, diabetes, ataupun tekanan darah tinggi.
Nah, beliau kemudian menjelaskan bahwa Bendera Merah Putih itu seperti air putih, dan penggemar minuman-minuman (Es teh manis dan Es Cendol) itu ya seperti penganut agama-agama.
Bagi penganut Agama Islam mungkin bendera yang paling joss ya Bendera Tauhid, tapi penganut Agama lainnya tidak bisa menerima itu. Bagi penganut Agama Kristen bisa jadi bendera paling mak nyuss itu ya Bendera Salib, tapi penganut agama lainnya tidak sudi menerima itu. Mungkin bagi Penganut Agama Hindu bendera paling Top Markotop itu boleh jadi ya Bendera dengan Simbol Agama Hindu, tapi penganut agama lain ya tidak akan terima.
Beda halnya dengan Bendera Merah Putih yang netral, tawar dan tidak mewakili agama tertentu, boleh jadi memang tidak akan memuaskan semua penganut agama, tapi istimewanya, (paling tidak) semua penganut agama bisa menerimanya. Demikianlah penjelasan beliau.
Bagi saya hal itu sangat perlu kita fahami saat ini, bukankah Indonesia ini ada untuk menyatukan berbagai suku, ras, dan agama? Bukankah lambang negara kita itu Garuda yang mencengkram erat "Bhineka Tunggal Ika"? Kalau sampai terjadi penganut agama-agama di negeri ini mengangkat bendera dari agamanya sendiri-sendiri ya tinggal nunggu bubarnya saja Negara ini.. Na'udzu billah, tsumma Na'udzu billah.
Mudah-mudahan Allah SWT menjaga Negeri ini agar terus aman, damai, dan tentram hatta yaumil qiyamah, Aamiin.

postingan tersebut mendapat banyak like 2ribu lebih dan si share sebanhak 1.5ribu kali.

Netizen pun banyak yang mengomentari salah satu komentar yang membuat saya yakin bahwa Bendera merah putih kita sudah islami adalah komentar dari salah satu akun yang bernama @lulukodusaiv yang mengatakan :"MERAH PUTIH adalah bendera bangsa Indonesia sekaligus lambang Umat Islam;

Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا
“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. Dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889)

Di berbagai wilayah di Indonesia, masyarakat, pada hari kesepuluh Muharam, memasak sejenis makanan yang mereka sebut dengan “bubur merah-putih.” Merah adalah lambang darah HUSAIN ra ‘diumpamakan ksatria Arjuna’ yang dengan gagah melawan kedzoliman Daulah Umayyah Yazid bin Muawiyah yaitu 75 gelintir pemuda anak2 Almarhum Amirul Mu’minin Ali; menghadapai puluhan ribu tentara Umayyah... sedangkan putih adalah lambang darah HASAN ra. Yang diumpamakan ‘Yudistira dlm Mahabharata yang dengan legowo memberikan kerajaannya pada Kurawa, begitu juga HASAN ra yang memberikan jabatan Kekhalifahannya pada Mu’awiyah demi persatuan ummat... Makanan ini terbuat dari beras, gula, dan beberapa bahan lainnya.

Imam Muslim dalam Shahihnya Kitab al Fitan, Jilid X, hlm. 340, dari Hamisy Qasthalani yang memperoleh beritanya dari Zubair bin Harb, Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna, Ibnu Basyayar, Mu’adz bin Hisyam, Qatadah , Abu Qalabh, Abu Asma’ Ar Rahabiy, Tsauban bahwa Rasulullah saw bersabda:
Innallaha zawalliyal ardha - Sesungguhnya Allah memperlihatkan dunia kepadaku Masyariqahaa wa magharibahaa. - Aku ditunjukkan pula timur dan baratnya. Wa a’thoniil kanzaini: Dan aku dianugrahi warna yang indah Al Ahmar wal Abyadh “MERAH PUTIH.”

umat Islam Indonesia mengenal ajaran Merah Putih tersebut, sejak awal masuknya agama Islam ke nusantara pada abad ke-7M. para ulama pendahulu di Indonesia, dalam membudayakan dan mengabadikan warna Merah Putih, antara lain:

(1) Setiap pembangunan rumah, pada kerangka atap suhunan dikibarkan Merah Putih, maksudnya pengharapan akan syafaat dari Rasulullah saw.

(2) Pada setiap Tahun Baru Islam atauTahun Hijriah diperingati dengan membuat Bubur Merah Putih.

(3) Pada saat pemberian nama anak, juga dengan disertai pembuatan Bubur Merah Putih.

(4) Dalam pengucapan kata pengantar disebutnya dengan lambang Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Kapur dan sirih akan menghasilkan warna merah. Dan pinang yang diiris akan menampakkan warna putih. Jadi kata Sekapur Sirih dan Seulas Pinang bermakna Merah Putih.

(5) Di kalangan masyarakat Islam Sunda menyatakan rasa gembira dan syukur, dengan bahasa simbol seperti kagunturan madu -memperoleh madu dan karagragan menyan putih -kejatuhan menyan putih. Madu sebagai lambang merah. Dan menyan putih, jelas simbol warna putih yang harum. Jadi, makna kedua hal tersebut adalah Merah Putih..

Jadi jangan Ragu ataupun menganggap bendera kita Tidak islami.
Bendera merah putih adalah bendera sejarah negara kita , jadi mari kita jaga warisan kita. jangan di nodai  dan membenarkan penodaan pada bendera kita dengan alasan apapun. 

Share this with short URL Get Short URLloading short url

Related posts

THE BEST ARTICLES


EmoticonEmoticon